Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2024

Membaca Buku Boy Candra

Gambar
Review Buku Seperti Hujan yang Jatuh Ke Bumi Pernah gak sih kalian membaca buku kecil, covernya berisi gambar orang. Sosok gadis yang bertopang dagu, dengan background lelaki nan jauh di sana. Tulisannya gak kalah lebay Cintaku terbang menuju hati yang lain. Yap, kalian kalian tahu. Berarti kalian TUA. Itu adalah buku stensil, ukurannya kecil, mirip buku saku. Dijual di lapak-lapak buku di samping swalayan atau di pinggir jalan. Sekarang itu sudah jadi bahan nostalgia. OK, apa hubungannya dengan buku ini. Ya buku ini kayak metamorfosis buku stensil yang dulu. Dipermak supaya lebih nyambung dengan jaman, namun esensinya sama. Buku ini sangat ringan dibaca, mungkin itu alasan dulu buku stensil ukurannya kecil. Bisa dibawa kemana-mana, cukup ditaruh di saku, diambil kalau pengen baca. Seperti makan Snack, makanan kecil.  Tapi jangan salah lho, tidak gampang menulis buku ini jadi begitu ringan. Jadi inget kata-katanya Steve Job, untuk menjadi sederhana harus melewati kerumi...

Kurikulum CBSA metamorfosis Kurikulum Merdeka (Sebuah Pemikiran Konyol)

Gambar
Ini hanya pemikiranku saja ya. Aku sering merasakan ada persamaan kurikulum CBSA dengan Kurikulum Merdeka. Ada satu titik temu dari Kurikulum ini adalah Pancasila. Jika di CBSA ada yang namanya P4 maka di Kurikulum Merdeka ada istilah P5. Anggap adalah ni main cocokologi ya. Yang khas dari kurikulum CBSA adalah masuknya Pancasila ke dalam pelajaran. Nama mata pelajarannya PMP atau Pendidikan Moral Pancasila. Hehe jadi bernostalgia, selain PMP adalagi PSPB atau pendidikan sejarah perjuangan bangsa. Kedua mapel ini kemudian dihapus untuk kurikulum berikutnya. Baru kemudian di Kurikulum Merdeka ada upaya untuk menghidupkan kembali pelajaran Pancasila tapi terintegrasi dalam P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Seperti namanya pembelajaran dikemas dalam projek. Siswa diharapkan membuat projek yang di dalamnya ada nilai-nilai Pancasila. Di dalam P4 masing-masing Sila Pancasila dijabarkan dalam butir-butir penerapan Pancasila. Dalam P5 penerapannya dijabarkan dalam elemen-eleme...

Sebuah Ide

Gambar
Sebuah ide Aku memikirkan begini Seandainya begini Mungkin aku begini Tapi tetap begini saja Hidup ini diam Yang bergerak hanya ide Berputar-putar  Seperti bergerak Nyatanya sibuk Dalam imajinasi Sebaiknya aku gak berpikir Gak punya ide Idenya ya gak ada ide Berhenti mencari Berhenti menjadi Hidupku berhenti di sini Diam hening Memeluk kesunyian Pering, 22 Juni 2024 Temui Lukamu Temui lukamu Seperti kekasih Dengarkan keluh kesah Hiruk badai Bidangkan dadamu Bentangkan sabar Luruhkan air mata Tanpa perlawanan Terimalah lukamu Segenap seutuhnya Pering, 22 Juni 2024 Kepalaku Pasar Raya Kepalaku pasar raya Transaksi dimana-mana setiap saat Perkara kecil remeh remeh Untung rugi dan dugaan-dugaan Segala gemerlap hiruk pikuk Membuatku kehilangan diriku Tersesat dikeramaian Aku menyusuri penuh sesak Bau amis sampah pasar Kucari diriku sampai malam Pasar ini berganti pasar malam Denpasar, 24 Juni 2024 Aku menduga Menerka masa lalu Seperti mengulik luka Yang belum jadi Merasakan ...

Dongeng : Kebo Taruna

Gambar
Kebo Taruna   Demi Teman Pohon mangga ini sangat tinggi dan banyak semutnya. Aku memetik mangga yang baru matang. Teman-temanku menunggu di bawah, menangkap mangga. Mereka sudah minta izin kepada pemilik mangga ini. Aku senang melakukan semua perintah temanku. Dengan begitu aku bisa menjadi teman mereka. Aku senang memanjat pohon rasanya sangat tenang. Merasakan udara segar dan melihat pemandangan luas. “Hai, Kebo Taruna. Anak nakal. Turun kamu!” Suara itu mengagetkanku. Bapak-bapak yang mengacungkan tongkat kayu. Teman-temanku sudah hilang meninggalkanku sendiri. Aku diajak pulang oleh Bapak itu. Dia akan mengadukan kesalahanku kepada orang tuaku. “Karang, anakmu mencuri mangga saya. Semoga dia sadar dengan kesalahannya,” kata bapak itu kepada ayahku. “Maaf, Pak Pasek. Ini kesalahan saya juga. Tidak bisa mendidik anak. Taruna, coba ceritakan kejadiannya!” perintah Ayah. “Saya ingin makan buah mangga. Saya memetiknya tanpa minta ijin,” saya berbohong. “Maafk...

Review Buku

Gambar
  Membaca Tabula Rasa               Sebelumnya biar gak penasaran, aku ceritakan bagaimana buku Tabula Rasa ini nyampe di tanganku. Awalnya dimulai dengan film yang viral di Netflix, “Gadis Kretek” pemerannya Dian Sastro Wardoyo. Aku gak nonton film-nya, di berita-berita aku baca begitu, dan aku tahu film ini diadaptasi oleh novel yang judulnya “Gadis Kretek.” Setelah ditelusuri lagi aku menemukan nama penulis buku ini namanya Ratih Kumala. Sebagai pembaca aku mempunyai kebiasaan membeli buku yang tidak lagi viral, aku ingin membeli buku pertamanya. Ketemulah buku yang judulnya Tabula Rasa. Aku beli buku ini, sebelum nanti aku beli buku viralnya, Gadis Kretek. Aku tahu dikit tentang Gadis Kretek ini adalah tentang wanita yang bekerja di panti pijat, chiropratic ya, pijat kretek. Benar kan?             Dari judulnya aku sok-sok nebak gitu. Tabula Rasa. Itu kan teo...

Cerita Liverpool: Kepergian The Normal One

Gambar
  Akhir Era Manusia Normal   Gampang untuk mengingat masa kepelatihan The Normal One, Jurgen Klopp. Awal saya kerja di Buleleng, awal juga kepelatihan Jurgen di Liverpool, 9 tahun lamanya, tidak terasa. Awal kerja di Buleleng aku tak punya hiburan, selain mengikuti perkembangan Liverpool. Membaca facebook atau nonton di youtube. Mengikuti Liverpool cukup melegakan masa penyesuaian kerjaku di Buleleng.   Kata pertama yang aku ingat dari wawancara perdananya adalah, “Kita harus merubah mindset dari yang peragu, menjadi yang percaya.” Jurgen membawa gairah di Liverpool, menambah suntikan energi juga untukku. Perlahan Liverpool berubah menjadi monsters. Tidak mudah juga, harus melewati beberapa kegagalan. Tapi kegagalan itu membuat kami bergerak dari si peragu, menjadi si percaya.   Berat, ketika musim ini tak terduga Jurgen memutuskan berhenti di Liverpool. Musim lalu sudah senang karena Jurgen sempat memperpanjang kontrak. Tapi, waktunya di Liverpool sudah ...

Ceritaku: Ketinggalan Dompet

Gambar
Dompet Ketinggalan Aku pulang lebih awal, bakal dipotong penghasilanku. Lebih baik dipotong penghasilan, ketimbang kepotong umurmu. Aku tidak minum obat selama seminggu, itu bikin aku kelimpungan. Karena obat bikin kondisi mentalku stabil, bikin aku jadi manusia normal lah. Aku mengatur janji dengan psikiaterku. Perjalanan yang panjang, cuaca sedang tidak bersahabat (pancaroba). Aku menantang hujan dan dingin yang menusuk. Rencananya aku langsung menuju rumah sakit Bhayangkara di Denpasar. Ketemu dengan psikiaterku, dan mendapatkan obat yang aku mau. Sebenarnya aku sudah kontrol sesuai jadwa, setiap bulan sekali. Hanya saja untuk kontrol kali ini, terkendala karena pas aku kontrol dan minta obat dokternya ternyata tidak masuk. Jadilah aku seminggu tanpa obat. Rasanya wuih, kayak uring-uringan. Gak fokus, sering kena serangan cemas, gampang overtihinking. Tapi semua tertutup dengan wajah senyumku, selalu jadi pusat tawa bagi temanku. Di jalan terutama di bangli...

Generasi Stroberi, Salah Siapa?

Gambar
  Generasi Stroberi, Salah Siapa? Foto: Kegiatan Pelaporan Hasil Belajar Siswa Tahun Pelajaran 2023/2024               Saya merasa belum pantas menjadi wali di kelas XE. Hal ini saya rasakan ketika bertemu dengan salah satu murid saya yang memiliki masalah. Murid ini sering tidak masuk ke sekolah dengan berbagai macam alasan, ijin, sakit, dan terkadang tanpa keterangan. Terkait dengan kehadiran tanpa keterangan ini, saya sempat menanyakannya melalui pesan whatsapp . Saya tidak menelepon karena tidak ingin dia merasa takut. Jawabannya singkat, alasannaya karena tidak ada yang mengantar ke sekolah. Saya mengamati di kelas anak ini cenderung menutup diri, duduk di sisi kanan meja, berada di tengah barisan. Dia tidak akrab dengan teman di depan ataupun di belakangnya. Masalah ketidak hadiran ini sudah terdata di BK, ketika jumlahnya sudah tiga kali sesuai prosedur Wali Kelas dan BK mengunjungi anak ke rumahnya.  ...