Postingan

cukup waktu lah

7 menit. Cukup waktu lah untuk cuap-cuap. Cerita pagi ini. Badan sakit. Kemarin nyobain massage. Berasa jdi org kaya. Rebahan denger musik relaksasi. Nyobain program pengobatan. Mulai dari perut. Perutku panas. Berantakan pokoknya. Perbaiki perut dengan makan teratur. 3 kali sehari. Kurangi yang manis. Banyak buah. Jus wortel atau jus alpukat. Coba puasa mutih Senin Kamis. Coba fokus dengan program ini. Cari pelajarannya. Cari manfaatnya. Semakin banyak pengalaman semakin bagus. Catat gejalanya. Pokokne tetap sehat untuk diriku sendiri. Kamu hebat kamu kuat. Ambil rasa sakitnya. Sakit adalah guru rahasia. Patuhi pantangan penyakit. Maka kamu akan selamat. Katanya mau umur panjang. Hidup 100 tahun. Pelajari hidup panjang. Perbaiki pola makan. Perbaiki pola hidup. Beli sepeda ya beli sepeda. Kamu kan hobi sepedaan. Bersepeda lah nikmati pengalamannya. Terimakasih. Cukup. Saatnya bekerja

buat resolusi

Halo selamat pagi. Untuk hari ini aku akan menulis tentu saja. Menyelesaikan cerpen bahasa Bali. Dan kirim ke suara saking Bali. Kedua membuat nilai. Mreksa tugas. Input nilai praktek. Ketiga bikin soal SAT agama Hindu. Rekap soal yang ada buat administrasi nya. Lengkapi administrasi modul dan sebagainya. Kesannya sibuk banget. Sok sibuk. Aku mau pijet totok saraf pinggul saya terasa sakit. Mau nyari tukang pijat. Yang ada dekat rumah. Semoga bagus. Apa sih totok saraf itu? Nanti browsing di internet. Aku juga mau Jarit kain endek. Soalnya baju endekku sudah habis. Nanti minta kain ke istri. Pengen sembahyang juga ke kawitan. Kok hidup saya rada berat ya. Abis kena tipu. Perlu mencari ketenangan bathin. Oh aku juga ikut pelatihan jangan lupa nanti buka LMS. Sebaiknya aku bawa laptop saja. Tapi males kerja kalo di sekolah. Males karena ada yang lihatin. Dikiranya aku sok sibuk. Apa lagi ni resolusinya. Aku sudah beli buku Putu Setia nanti mau aku baca. Aku ingin menulis artikel kayak Pu...

kicau mania

Selamat pagi aku membuka jendela pikiran dan melepaskan segala unek2 untuk berkicau. Entah meracau. Entah. Yang penting bikin aku lega. Setelah melepas aku rasa lapang. Karena kepalaku penuh sesak. Penuh dengan ide dan ekspektasi. Penuh dengan pikiran kritis. Menilai ini itu. Menakar dengan sudut pandang sebagai timbangan kebenaran. Segala yang tidak sesuai dengan sudut pandang artinya tidak benar. Padahal pikiran perang hanya merugikan diri sendiri. Korban perang adalah kesedihan dan dendam. Pagi ini aku lepas semua. Agar aku lapang. Ya memang kondisi lagi di bawah. Tabah saja. Jangan ekspektasi macam2, jalani apa yang ada. Kurangi protes. Terima mengalir senyum. Ya terima mengalir senyum. Ini bagianku, porsi belajar untukku. Nikmati saja. Semua punya jalan masing2. Banyak2in bersyukur. Merunduklah. Ucapkan syukur. Terimakasih untuk kepedihannya. Aku belajar banyak. Semoga aku jadi pembelajar yang ahli. Jeli melihat sisi2 kurangku. Jeli melihat pembelajarannya. Intinya aku harus sabar...

kelelahan fisik mental

Rasanya capek banget. Berat memulai hari. Kurang bersemangat. Kekurangan energi. Mood turun derastis. Aku harus bisa menghibur diri. Biar seimbang kerja keras dengan istirahat. Hiburannya ya menulis. Murah meriah. Selain itu ya mengkhayal lewat menulis. Aku sudah beli buku, buku lawas. Inceran lama. Bukunya Putu Setia, judulnya menggugat Bali. Aku pernah baca, entah dimana. Aku suka tulisannya. Ringan tapi berat. Aku juga pengen menulis itu. Jadi mari mengkhayal. Bayangkan aku adalah penulis hebat, mampu menulis apa saja yang aku pikirkan. Tulisanku mengalir dan enak dibaca. Sehinggau aku bisa dpt royalti dri penjualan buku2ku. Benarkah kehidupan penulis seenak itu. Dpt uang yang banyak dri tulisan. Berarti penulis itu banyak yang kaya dong. Kenyataannya gimana? Aku gak tahu, kan aku masih jdi penulis abal2. Selain beli buku aku ingin sekali beli sepeda. Sesuatu yang mustahil bagiku. Uang habis buat kebutuhan sehari-hari. Punya utang jga. Mikirin gmn bayar sdh mumet. Mengkhayal jga lag...

ada banyak hal yang bisa diceritakan

Dari program menulis yang aku buat untuk diriku sendiri. Menulis konsisten dalam 30 hari. 30 menit dlm sehari. Aku bisa bebas menulis. Banyak hal yang bisa ditulis dari yang benar sampai gak benar. Dari yang serius sampe yang receh. Dri yang teratur smpe yang berantakan. Aku ikut lomba. Bukan menang yang aku cari. Krn gak menang pasti akan ad yang jauh lebih baik dariku. Tapi yang aku tunggu adl sensasi degdegan karena menunggu. Menunggu pengumuman, bisa jadi Dopamin sendiri. Perasaan campuran antara tegang, berharap dan kekecewaan. Tapi menyenangkan juga, menunggu sesuatu. Ketika kau boleh berharap. Sama seperti menunggu hasil Liverpool. Walau gagal, tapi menunggu ada kenikmatan sendiri. Sekarang ada lomba tentang mitigasi bencana. Aku belum ada ide apapun, cuma keinginan untuk ikut serta. Terakhir aku ikut event menulis kritik sastra, nyatanya ad yg lolos, yang aku kenal. Wayan Paing. Aku perhatikan dia rutin menulis di Tatkala. Tulisannya bagus. Aku rasa bisa tapi nyatanya gak bisa ...

Catatan Liverpool hari ini

Aku penggemar Liverpool, tapi tidak tahu detail kondisi Liverpool terkini. Jangankan Liverpool, mengerti kondisi diri sendiri saja aku tidak bisa. Kita mulai dari yang kita bisa saja ya. Pertama Liverpool gagal di babak perempat final melawan PSG. Aku dpt nnton di SCTV. Leg pertama gak ada perlawanan. Leg kedua ada perlawanan tapi tetep kalah 2-0. Melalui serangan balik, PSG bermain efektif. Liverpool gagal nyerang, kehilangan fokus di menit akhir, menit 70an goal. Dembelle brace. Gak ad harapan. FA Cup juga sama, kalah dari Man City 4-0 tanpa balas. Gak ad harapan memang. Kayak kembali ke era kegelapan Liverpool. Ngelawan Everton walau menang 2-1, itupun goal penentu kemenangan terjadi di menit terakhir. Ada faktor hoki juga dibilang. Liverpool puasa gelar musim ini sdh pasti. Sekarang perjuangan Liverpool adalah memperebutkan peringkat 5. Supaya bisa masuk Liga Champion musim depan. Saingannya adalah chelsea, chelsea baru kalah tadi lawan Brighton. Lumayan ngasi harapan untuk Liverpo...