Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Jalak dan Kelelawar

Di hutan Nandaka terkenal dengan kelelawar yang hidup di siang hari. Kelelawar itu bernama Kalong. Dia terbang dengan memejamkan mata. Hal ini Kalong lakukan supaya dia tetap bisa bersama dengan Jali, si Jalak Bali. Mereka bertemu suatu sore ketika sama-sama tergiur oleh pepaya matang Pak Tani. Sejak saat itu Kalong dan Jali selalu bertemu setiap sore menikmati buah matang. Mereka ahli dalam menemukan buah matang. Jali mengandalkan penglihatanya, sementara Kalong mengandalkan pendengarannya. Jali mulai tidak sabar bertemu dengan Kalong, dia ingin bertemu lebih lama. Jali mengajak Kalong hidup di siang hari. Kalong pun ingin begitu. Dia mencoba hidup di siang hari. Awal-awalnya Jali dan Kalong sangat menikmati terbang di siang hari. Mereka 

Lontar dan Kemiri Lolos Kurasi

Gambar
Ada kabar baik di bulan ini. Karena naskahku lolos kurasi sebagai cerita anak tahun 2026. Ini adalah ideku tahun lalu, Lontar dan Kemiri, tapi belum rampung. Tapi tahun ini, dia menumakan jalan untuk lahir. Aku percaya setiap karya punya jalannya sendiri. Kayak manusia punya nasibnya sendiri. Dan aku tidak mau menyebut diri sebagai pencipta. Dia adalah karya yang lahir melalui diriku. Aku beruntung dia memilihku. Aku cerita dikit dibalik cerita ini. Aku ingin menulis cerita tentang persahabatan. Aku terinspirasi dari cerita Badak dan Gajah. Salah satu tulisandri program menulis Cinta Anak Cinta Buku. Ini dari plot twist yang aku rasakan dimana cerita ditutup dengan pengorbanan Badak supaya sama nasibnya dengan Gajah. Sehingga Gajah percaya, Badak memang peduli dengannya. Kondisi ini sama terjadi pada Kemiri, yang mengorbankan diri demi Lontar. Awalnya aku ingin buat ke jenjang B3. Tapi jodohnya di B2. Gak sabar untuk menggarapnya jadi karya yang utuh. Puji syukur juga karena tahun ini ...

Catatan Nyepi

Tepatnya pukul 15.09 udaranya panas bikin gerah. Aku habis ngopi pengisi waktu. Juga baca buku Creative Writing AS Laksana. Kepompa untuk latihan menulis. Aku lagi intens belajar nulis. Dapat ruang yang banyak untuk menulis. Banyak permenungan. Kesempatan untuk merefleksikan apa yang sudah aku lakukan. Aku sudah menulis tapi belum maksimal. Tekadku masih belum kuat, makanya rasanya gini-gini saja. Prestasi terbaikku adalah lolos kurasi cerita anak. Ikut lomba cerpen tapi tidak pernah menang. Yang menang orangnya itu-itu saja. Aku juga pengen menang, tapi levelku belum nyampai sana. Apa kekuranganku dibanding yang menang itu. Mengeksekusi ide. Ideku banyak tapi minim ekseskusi. Aku juga memiliki keterbatasan dalam menceritakan sesuatu. Sifat pendiamku kayak nular pada tulisanku. Ikut mentok dan itu-itu saja. Aku ingin seperti Supartika yang level menulisnya sudah diterima di Kompas. Ingin belajar tapi aku gak tahu gimana caranya. Padahal aku bisa saja menghubunginya, tapi aku selalu can...

Lingkaran Kemalasan

Ada banyak penjara tak terlihat, penjara bukan hanya ruang penuh jeruji. Penjara bisa berupa kenyamanan. Rasa aman dan nyaman bisa jadi ilusi membuat kita kehilangan kemanusiaan kita. Kita jadi kehilangan semangat bertarung, terlarut dalam kenyamanan. Awalnya menyenangkan tapi lama-lama terasa membosankan. Hanya aku tak tahu bagaimana cara melepas dari rasa malas ini. Aku bikin kesibukan-kesibukan kecil, supaya bisa beranjak dari rasa malas. Memaksa tubuh untuk bergerak. Tapi gitu, hidup gak punya target jadi kayak amunisi tanpa tujuan. Sia-sia dan tidak berguna. Benar sih, aku harus menyibukkan diri, buat kesibukan kecil. Salah satunya adalah mengetik ini, mengurai pikiran yang beku karena efek libur panjang. Awalnya rasanya berat sekali, mengubah rutinitas. Aku menatap layar ini lama. Tidak tahu bagaimana memulai atau mengisi layar ini. Aku paksakan saja, seperti menghidupkan mesin yang sudah lama mati. Aku butuh trigger, oh ya apa targetmu? Sehingga pergerakanmu ada maknanya. Libur ...

Intinya Bahagia

Intinya Bahagia Aku berusaha bahagaia, karena aku tak bahagia. Hanya orang yang tak bahagia yang ingin bahagia. Ketika sudah bahagia, dia tidak mencoba bahagia lagi. Gimana ya caranya bahagia? Semua harapan terwujud? Apa harapan mengenal kata semua? Bukannya ketika harapan terwujud walaupun semua akan muncul harapan lagi? Tidak pernah cukup, dan pasti melelahkan mengejar kebahagiaan, sampai kita berhenti dan berusaha measa cukup. Bahwa bahagia itu harus kita batasi dengan rasa cukup. Jika tidak, kita akan terjebak pada lingkaran palsu. Hingga kita menghabiskan masa tua kita, untuk mengejar kebahagiaan. Waktu kecil, kita berharap dewasa supaya bahagia. Setelah dewasa kita berharap punya keluarga. Ketika punya keluarga kita berharap lagi. Berharap dan berharap, kita sadar kita tidak bahagia. Kita perlu berlatih berhenti, kita perlu latihan merasa cukup. Jika tidak kita akan menghabiskan hidup kita dengan sia-sia. Mari syukuri apa adanya. Walau tidak sempurna. Walau tidak sesuai harapan, ...