Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

aku beruntung

Lantaran semua berlalu temukan hal lain yang bisa disyukuri. Misal masih nafas

cukup waktu lah

7 menit. Cukup waktu lah untuk cuap-cuap. Cerita pagi ini. Badan sakit. Kemarin nyobain massage. Berasa jdi org kaya. Rebahan denger musik relaksasi. Nyobain program pengobatan. Mulai dari perut. Perutku panas. Berantakan pokoknya. Perbaiki perut dengan makan teratur. 3 kali sehari. Kurangi yang manis. Banyak buah. Jus wortel atau jus alpukat. Coba puasa mutih Senin Kamis. Coba fokus dengan program ini. Cari pelajarannya. Cari manfaatnya. Semakin banyak pengalaman semakin bagus. Catat gejalanya. Pokokne tetap sehat untuk diriku sendiri. Kamu hebat kamu kuat. Ambil rasa sakitnya. Sakit adalah guru rahasia. Patuhi pantangan penyakit. Maka kamu akan selamat. Katanya mau umur panjang. Hidup 100 tahun. Pelajari hidup panjang. Perbaiki pola makan. Perbaiki pola hidup. Beli sepeda ya beli sepeda. Kamu kan hobi sepedaan. Bersepeda lah nikmati pengalamannya. Terimakasih. Cukup. Saatnya bekerja

buat resolusi

Halo selamat pagi. Untuk hari ini aku akan menulis tentu saja. Menyelesaikan cerpen bahasa Bali. Dan kirim ke suara saking Bali. Kedua membuat nilai. Mreksa tugas. Input nilai praktek. Ketiga bikin soal SAT agama Hindu. Rekap soal yang ada buat administrasi nya. Lengkapi administrasi modul dan sebagainya. Kesannya sibuk banget. Sok sibuk. Aku mau pijet totok saraf pinggul saya terasa sakit. Mau nyari tukang pijat. Yang ada dekat rumah. Semoga bagus. Apa sih totok saraf itu? Nanti browsing di internet. Aku juga mau Jarit kain endek. Soalnya baju endekku sudah habis. Nanti minta kain ke istri. Pengen sembahyang juga ke kawitan. Kok hidup saya rada berat ya. Abis kena tipu. Perlu mencari ketenangan bathin. Oh aku juga ikut pelatihan jangan lupa nanti buka LMS. Sebaiknya aku bawa laptop saja. Tapi males kerja kalo di sekolah. Males karena ada yang lihatin. Dikiranya aku sok sibuk. Apa lagi ni resolusinya. Aku sudah beli buku Putu Setia nanti mau aku baca. Aku ingin menulis artikel kayak Pu...

kicau mania

Selamat pagi aku membuka jendela pikiran dan melepaskan segala unek2 untuk berkicau. Entah meracau. Entah. Yang penting bikin aku lega. Setelah melepas aku rasa lapang. Karena kepalaku penuh sesak. Penuh dengan ide dan ekspektasi. Penuh dengan pikiran kritis. Menilai ini itu. Menakar dengan sudut pandang sebagai timbangan kebenaran. Segala yang tidak sesuai dengan sudut pandang artinya tidak benar. Padahal pikiran perang hanya merugikan diri sendiri. Korban perang adalah kesedihan dan dendam. Pagi ini aku lepas semua. Agar aku lapang. Ya memang kondisi lagi di bawah. Tabah saja. Jangan ekspektasi macam2, jalani apa yang ada. Kurangi protes. Terima mengalir senyum. Ya terima mengalir senyum. Ini bagianku, porsi belajar untukku. Nikmati saja. Semua punya jalan masing2. Banyak2in bersyukur. Merunduklah. Ucapkan syukur. Terimakasih untuk kepedihannya. Aku belajar banyak. Semoga aku jadi pembelajar yang ahli. Jeli melihat sisi2 kurangku. Jeli melihat pembelajarannya. Intinya aku harus sabar...

kelelahan fisik mental

Rasanya capek banget. Berat memulai hari. Kurang bersemangat. Kekurangan energi. Mood turun derastis. Aku harus bisa menghibur diri. Biar seimbang kerja keras dengan istirahat. Hiburannya ya menulis. Murah meriah. Selain itu ya mengkhayal lewat menulis. Aku sudah beli buku, buku lawas. Inceran lama. Bukunya Putu Setia, judulnya menggugat Bali. Aku pernah baca, entah dimana. Aku suka tulisannya. Ringan tapi berat. Aku juga pengen menulis itu. Jadi mari mengkhayal. Bayangkan aku adalah penulis hebat, mampu menulis apa saja yang aku pikirkan. Tulisanku mengalir dan enak dibaca. Sehinggau aku bisa dpt royalti dri penjualan buku2ku. Benarkah kehidupan penulis seenak itu. Dpt uang yang banyak dri tulisan. Berarti penulis itu banyak yang kaya dong. Kenyataannya gimana? Aku gak tahu, kan aku masih jdi penulis abal2. Selain beli buku aku ingin sekali beli sepeda. Sesuatu yang mustahil bagiku. Uang habis buat kebutuhan sehari-hari. Punya utang jga. Mikirin gmn bayar sdh mumet. Mengkhayal jga lag...

ada banyak hal yang bisa diceritakan

Dari program menulis yang aku buat untuk diriku sendiri. Menulis konsisten dalam 30 hari. 30 menit dlm sehari. Aku bisa bebas menulis. Banyak hal yang bisa ditulis dari yang benar sampai gak benar. Dari yang serius sampe yang receh. Dri yang teratur smpe yang berantakan. Aku ikut lomba. Bukan menang yang aku cari. Krn gak menang pasti akan ad yang jauh lebih baik dariku. Tapi yang aku tunggu adl sensasi degdegan karena menunggu. Menunggu pengumuman, bisa jadi Dopamin sendiri. Perasaan campuran antara tegang, berharap dan kekecewaan. Tapi menyenangkan juga, menunggu sesuatu. Ketika kau boleh berharap. Sama seperti menunggu hasil Liverpool. Walau gagal, tapi menunggu ada kenikmatan sendiri. Sekarang ada lomba tentang mitigasi bencana. Aku belum ada ide apapun, cuma keinginan untuk ikut serta. Terakhir aku ikut event menulis kritik sastra, nyatanya ad yg lolos, yang aku kenal. Wayan Paing. Aku perhatikan dia rutin menulis di Tatkala. Tulisannya bagus. Aku rasa bisa tapi nyatanya gak bisa ...

Catatan Liverpool hari ini

Aku penggemar Liverpool, tapi tidak tahu detail kondisi Liverpool terkini. Jangankan Liverpool, mengerti kondisi diri sendiri saja aku tidak bisa. Kita mulai dari yang kita bisa saja ya. Pertama Liverpool gagal di babak perempat final melawan PSG. Aku dpt nnton di SCTV. Leg pertama gak ada perlawanan. Leg kedua ada perlawanan tapi tetep kalah 2-0. Melalui serangan balik, PSG bermain efektif. Liverpool gagal nyerang, kehilangan fokus di menit akhir, menit 70an goal. Dembelle brace. Gak ad harapan. FA Cup juga sama, kalah dari Man City 4-0 tanpa balas. Gak ad harapan memang. Kayak kembali ke era kegelapan Liverpool. Ngelawan Everton walau menang 2-1, itupun goal penentu kemenangan terjadi di menit terakhir. Ada faktor hoki juga dibilang. Liverpool puasa gelar musim ini sdh pasti. Sekarang perjuangan Liverpool adalah memperebutkan peringkat 5. Supaya bisa masuk Liga Champion musim depan. Saingannya adalah chelsea, chelsea baru kalah tadi lawan Brighton. Lumayan ngasi harapan untuk Liverpo...

Suka kepikiran omongan orang

Kata orang kalau kamu masih peduli omongan orang, berarti kamu mudah dikendalikan. Beberapa kali aku ngerasa kalau omongan orang gampang banget masuk ke hati. Bikin aku tidak nyaman, apalagi itu berasal dari orang dekat maka demagenya akan terasa. Aku perlu belajar untuk tahan terhadap omongan orang jika tidak aku bakal sakit hati. Bakal kanker atau sakit parah lainnya. Jika omongan itu tidak benar aku berhak mengabaikannya. Jika orang ngomong dlm kondisi marah. Itu masalah mereka, itu bukan tentang aku. Itu murni tentang mereka. Karena kualitas omongan itu tidak menentukan jati diriku, tapi jati diri mereka. Kemarin aku tidak bisa tidur karena istri ku dlm kondisi marah. Aku TDK tahu masalahnya apa. Tiba2 dia ngomong gak karuan. Aku terpengaruh. Jadi dengan kondisi itu aku harap aku bisa belajar lebih cuek. Gak baper lagi kayak dahulu. Mungkin dia capek, mungkin dia banyak beban, memang karakternya seperti itu. Itu urusan dia, dan bulan urusanku. Aku harap nanti aku bisa tidur nyenyak...

Susah Untuk Tenang (30 hari menulis day 2)

 Rasanya susah untuk tenang. Aku mudah panik. Apalagi kalau ada tugas. Tak ada tugas pun masih begitu. Susah untuk bersikap tenang. Panikan dan gampang terporsir mentalnya. Ini latihan untuk bersikap tenang. Jadi aku diantara deadline pengisian berkas, harus sekarang, aku menunggu internet, aku diam, menulis ini, nanti ada ngajar jam terakhir, nanti harus angkat batako, nanti harus bersih-bersih. benar ya, kalau panik kamu hidup di masa depan, mikirin hal-hal yang harus dilakukan, sedangkan aku masih di sini, hidup di saat ini, biarkan semua bergerak sesuai rel waktunya, nanti juga beres, hirup nafas, tambahkan afirmasi seperti itu, nanti juga bakalan beres, santai saja, masih ada waktu, jangan stress, stress tidak menyelesaikan masalah, justru bikin panik, dan gak konsen kerja hari ini, sudah diputuskan aku bakalan menulis barang 15 menit sehari, latihan untukku biar otakku gak njilimet, biar otak lebih rapi, latihan menuangkan isi pikiran dengan lebih rapi, karena pikiranku kalut...

30 Hari Menulis Day 1

 berbicara adalah kendalaku dari dulu. tidak bisa berbicara membuatku kesulitan menyampaikan pikiran. kesulitan menyampaikan pikiran membuat aku sulit mengambil hati orang. sulit mengambil hati membuatku tidak dikenali, diabaikan, dan tidak dianggap. aku tidak punya teman. kata-kata yang keluar dari mulutku bisa dihitung dengan jari. kalau stok kata bisa dijual, mungkin aku yang paling kaya. aku tidak punya teman bicara. aku sempat ingin memperbaiki ini. lebih banyak bicara, tapi sulit. setidaknya aku ingin bicara, biar gak kayak patung. gak bawel juga, karena aku gak suka orang yang cerewet. titik seimbang ya. kalau ada peluang ngobrol, aku bisa ngobrol. aku bisa pake titik tengah lah. bisa ngobrol seperlunya. bukan kayak sekarang. tidak punya teman. tidak punya bestie. bestieku mungkin diriku sendiri, karena aku lebih banyak ngobrol dengan diri sendiri. aku terlalu banyak ngobrol dengan diri sendiri kayaknya. suka menganalisis diri. mengkritik diri, yang bikin tidak nyaman. jadi ...

Nirjana

Jani tiang mulih ka umah ane ngaenang tiang sakit ati. Dasa tiban ane pidan tiang dadi kakedekan dini. Wireh tiang dot merantau, dadi anak sugih Apang tusing ada ane bani nyampahang tiang. Kramane nyautin, apang inget mulih saha inget ngaba angkiane. Kramane tusing trima tiang magedi, ngadenang Jumah nongos. Idup mabraya

Jalak dan Kelelawar

Di hutan Nandaka terkenal dengan kelelawar yang hidup di siang hari. Kelelawar itu bernama Kalong. Dia terbang dengan memejamkan mata. Hal ini Kalong lakukan supaya dia tetap bisa bersama dengan Jali, si Jalak Bali. Mereka bertemu suatu sore ketika sama-sama tergiur oleh pepaya matang Pak Tani. Sejak saat itu Kalong dan Jali selalu bertemu setiap sore menikmati buah matang. Mereka ahli dalam menemukan buah matang. Jali mengandalkan penglihatanya, sementara Kalong mengandalkan pendengarannya. Jali mulai tidak sabar bertemu dengan Kalong, dia ingin bertemu lebih lama. Jali mengajak Kalong hidup di siang hari. Kalong pun ingin begitu. Dia mencoba hidup di siang hari. Awal-awalnya Jali dan Kalong sangat menikmati terbang di siang hari. Mereka 

Lontar dan Kemiri Lolos Kurasi

Gambar
Ada kabar baik di bulan ini. Karena naskahku lolos kurasi sebagai cerita anak tahun 2026. Ini adalah ideku tahun lalu, Lontar dan Kemiri, tapi belum rampung. Tapi tahun ini, dia menumakan jalan untuk lahir. Aku percaya setiap karya punya jalannya sendiri. Kayak manusia punya nasibnya sendiri. Dan aku tidak mau menyebut diri sebagai pencipta. Dia adalah karya yang lahir melalui diriku. Aku beruntung dia memilihku. Aku cerita dikit dibalik cerita ini. Aku ingin menulis cerita tentang persahabatan. Aku terinspirasi dari cerita Badak dan Gajah. Salah satu tulisandri program menulis Cinta Anak Cinta Buku. Ini dari plot twist yang aku rasakan dimana cerita ditutup dengan pengorbanan Badak supaya sama nasibnya dengan Gajah. Sehingga Gajah percaya, Badak memang peduli dengannya. Kondisi ini sama terjadi pada Kemiri, yang mengorbankan diri demi Lontar. Awalnya aku ingin buat ke jenjang B3. Tapi jodohnya di B2. Gak sabar untuk menggarapnya jadi karya yang utuh. Puji syukur juga karena tahun ini ...

Catatan Nyepi

Tepatnya pukul 15.09 udaranya panas bikin gerah. Aku habis ngopi pengisi waktu. Juga baca buku Creative Writing AS Laksana. Kepompa untuk latihan menulis. Aku lagi intens belajar nulis. Dapat ruang yang banyak untuk menulis. Banyak permenungan. Kesempatan untuk merefleksikan apa yang sudah aku lakukan. Aku sudah menulis tapi belum maksimal. Tekadku masih belum kuat, makanya rasanya gini-gini saja. Prestasi terbaikku adalah lolos kurasi cerita anak. Ikut lomba cerpen tapi tidak pernah menang. Yang menang orangnya itu-itu saja. Aku juga pengen menang, tapi levelku belum nyampai sana. Apa kekuranganku dibanding yang menang itu. Mengeksekusi ide. Ideku banyak tapi minim ekseskusi. Aku juga memiliki keterbatasan dalam menceritakan sesuatu. Sifat pendiamku kayak nular pada tulisanku. Ikut mentok dan itu-itu saja. Aku ingin seperti Supartika yang level menulisnya sudah diterima di Kompas. Ingin belajar tapi aku gak tahu gimana caranya. Padahal aku bisa saja menghubunginya, tapi aku selalu can...

Lingkaran Kemalasan

Ada banyak penjara tak terlihat, penjara bukan hanya ruang penuh jeruji. Penjara bisa berupa kenyamanan. Rasa aman dan nyaman bisa jadi ilusi membuat kita kehilangan kemanusiaan kita. Kita jadi kehilangan semangat bertarung, terlarut dalam kenyamanan. Awalnya menyenangkan tapi lama-lama terasa membosankan. Hanya aku tak tahu bagaimana cara melepas dari rasa malas ini. Aku bikin kesibukan-kesibukan kecil, supaya bisa beranjak dari rasa malas. Memaksa tubuh untuk bergerak. Tapi gitu, hidup gak punya target jadi kayak amunisi tanpa tujuan. Sia-sia dan tidak berguna. Benar sih, aku harus menyibukkan diri, buat kesibukan kecil. Salah satunya adalah mengetik ini, mengurai pikiran yang beku karena efek libur panjang. Awalnya rasanya berat sekali, mengubah rutinitas. Aku menatap layar ini lama. Tidak tahu bagaimana memulai atau mengisi layar ini. Aku paksakan saja, seperti menghidupkan mesin yang sudah lama mati. Aku butuh trigger, oh ya apa targetmu? Sehingga pergerakanmu ada maknanya. Libur ...

Intinya Bahagia

Intinya Bahagia Aku berusaha bahagaia, karena aku tak bahagia. Hanya orang yang tak bahagia yang ingin bahagia. Ketika sudah bahagia, dia tidak mencoba bahagia lagi. Gimana ya caranya bahagia? Semua harapan terwujud? Apa harapan mengenal kata semua? Bukannya ketika harapan terwujud walaupun semua akan muncul harapan lagi? Tidak pernah cukup, dan pasti melelahkan mengejar kebahagiaan, sampai kita berhenti dan berusaha measa cukup. Bahwa bahagia itu harus kita batasi dengan rasa cukup. Jika tidak, kita akan terjebak pada lingkaran palsu. Hingga kita menghabiskan masa tua kita, untuk mengejar kebahagiaan. Waktu kecil, kita berharap dewasa supaya bahagia. Setelah dewasa kita berharap punya keluarga. Ketika punya keluarga kita berharap lagi. Berharap dan berharap, kita sadar kita tidak bahagia. Kita perlu berlatih berhenti, kita perlu latihan merasa cukup. Jika tidak kita akan menghabiskan hidup kita dengan sia-sia. Mari syukuri apa adanya. Walau tidak sempurna. Walau tidak sesuai harapan, ...