menulis cerita biar ada plot twistnya
obsesiku untuk menjadi pemimpin ini tidak serta merta, aku dibiasakan bersaing sejak kecil, aku bersaing dengan ayahku sendiri, kita tidak cocok dalam berbagai hal, aku selalu mengkritiknya, menjadi orang tua dengan singgasana tinggi, tidak boleh diusik oleh anaknya, sementara aku adalah anak yang tidak berguna, anak yang tidak layak menurut persespsinya, standarnya tentang orang yang berguna, adalah orang yang mampu berdagang, jika tidak mampu menjual sesuatu, engkau manusia gagaal, manusia tidak berguna, menurutku aku berguna, aku memiliki otak yang brilian, juara umum satu di sekolah, itulah bentuk legasiku, tetapi ayah tidak peduli, matematika tidak bisa dijual, tidak bisa dipakai membeli beras, aku berontak, aku pergi saja darinya, menikmati hidupku sebagai pemberontak, aku bekerja serabutan, apa saja untuk membuatku hidup, sambil melanjutkan sekolah, aku mendapat beasiswa, aku bersekolah seting-tingginya, hingga bekerja di pucuk pimpinan kampus, inilah saatku pulang, keluarg...