Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

Sekelumit tentang Sidharta Gautama

Gambar
 Sidharta Gautama Selamat Pagi nak, Hari ini bapak bercerita sedikit tentang Sidharta Gautama. Beliau adalah pendiri filsafat Budha. Kebetulan bapak suka dengan kisah beliau. Bapak akan ceritakan sedikit. Kalian bisa mencari lagi kisahnya di sumber lain. Sidharta Gautama adalah Anak dari raja Sudhodana, ibunya Yasodhara, kerajaannya bernama Kapilawastu sekarang disebut dengan Nepal. Ketika kecil raja Sudhodana mengundang brahmana untuk meramal anaknya. Brahmana itu menyampaikan kelak anak ini memiliki 2 pilihan menjadi raja yang besar atau menjadi pertapa. Raja Sudhodana ingin anak ini menjadi raja besar, kemudian diberi nama Sidharta Gautama, raja besar penguasa dunia ini. Dari harapan itu juga muncul ketakutan. Raja takut anak ini akan menjadi pertapa. Meninggalkan kerajaan dan membuat silsilahnya akan terputus. Karena itu raja Sudhodana memenjarakan Sidharta secara halus. Dia didiamkan di kerajaannya, tidak boleh keluar. Istana dibuat dengan semeriah dan semegah mungkin. Tidak b...

Darsana adalah Sistem Filsafat Hindu

Gambar
 Darsana adalah sistem filsafat Hindu. Filsafat adalah ilmu untuk mencari kebenaran yang hakiki. Dari arti katanya filsafat artinya Cinta Kebijaksanaan. Filsafat sangat erat dengan pikiran. Dengan pikiran manusia berfilsafat. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang berfilsafat. Pernahkah kalian memikirkan sesuatu yang mendalam? Misalnya, kalian memperhatikan sesuatu dengan lebih seksama. Misalnya mengamati pohon. Mengamati bagian-bagiannya. Memperhatikan bagian dalamnya. Saat itu kita bisa termasuk berfilsafat. Filsafat artinya kita mencari nilai di balik nilai. Pikiran adalah alat untuk berfilsafat. Filsuf Yunani Rene Descartes mengatakan "Cognito ergo sum" "Saya berpikir saya ada" Pikiran dalam agama Hindu disebut sebagai Rajendria, pikiran adalah raja dari indria. Dengan pikiran kita bisa mengungkap kebenaran. Dengan pikiran juga bisa mengungkapkan keberadaan kita. Misalnya ketika kita berpikir Kita memiliki sifat yang percaya diri. Maka kita akan percaya diri. ...

Kisah Keping Darah Yang Pemberani

  Tubuh manusia adalah anugerah yang harus kita syukuri. Tubuh sempurna ini bisa menjalankan tugasnya jika kita merawat dan menjaganya dengan baik. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan jika tubuh kita sehat. Kita bisa berjalan, belajar, bermain bersama keluarga. Untuk itu kita harus rajin merawat dan menjaga tubuh ini. Rajin berolahraga dan makan makanan bergizi. Di dalam tubuh terdiri dari berbagai organ yang penting. Ada paru-paru yang membantu kita bernafas. Ada jantung yang memompa darah. Ada hati yang menawar racun. Masih banyak lagi organ penting di tubuh kita. Mereka saling berkaitan, saling bekerja sama seperti ikatan keluarga. Salah satu organ yang tidak kalah pentingnya adalah darah. Mereka mengalir sepanjang waktu tiada henti. Mereka juga memiliki keluarga, kita menyebutnya Keluarga Darah. Darah dilahirkan dari Sumsum Tulang Belakang yang membentang di punggung kita. Sel darah ini terdiri dari 3 saudara. Mereka adalah Sel Darah Merah yang berwarna merah. Sel Darah P...

Luh Puji

  Tiang matemu malih sareng ragané, rikala awakné karurub api ring acara pengutangané. Tusing cingakin tiang kéngkén semu ragané. Napi sebet? Napi lega? Napi sampun las ninggalin tiang? Apiné lan andus sané makudus ngengkebang makejang éngkén kasujatian semun sawané. Wantah ngaap ané rasayang di tangkahé. Ngaap tur jengah.   Timpal ané sungkemin tiang ngemasin padem. Anaké ngorahang ia buduh. Tiang tusing percaya. Luh Pujiani keto anake nyambat, buka adané Luh Puji satata kapuji-puji, satata kasumbung. Timpal raket tiang dugase enu masekolah SMA. Di kelas satata négak paling simalu, menékang lima satata simalu, ngumpul tugas masih simalu. Satata maan juara satu.   Tusing kena ban ngundukang, jani ia ngalin tiang masih paling si malu. Ngalain ulian ulah pati. Nyabut angkiané padidi. Di kelas tiang négak paling siduri. Luh Puji ané satata ngedeng liman tiangé apang nyak maju. “Iraga anak luh harus semangat, eda nyak kalah tekén anak muani.” Keto ia nuturin tiang. Sajaba...