Aku ingin menulis cerita tentang perselingkuhan
Cerpen tema perselingkuhan. Judulnya apa ya? Dingin. Ini adalah ulang tahun paling damai yang aku rasakan. Biasanya setiap ulang tahun selalu ada pertengkaran kami. Istriku ingin merayakan tetapi aku tidak. Bagiku ulang tahun tidak perlu dirayakan, harusnya ulang tahun itu kita justru merasa sedih. Umur kita berkurang. Aku merasa tidak melakukan apa-apa, mimpi menjadi penulis semakin terasa jauh. Istriku berbeda, dia membutuhkan sesuatu untuk dirayakan. Sesuatu untuk dia pamerkan di media sosial. Cinta perlu diungkapkan dengan pesta. Untuk membangun citra ini kadang dia merekayasa pestanya. Membuat kejutan di balik pintu yang sebenarnya aku tidak terkejut. Aku yang dingin terpaksa tersenyum demi tampilan indah di media sosial. Setelahnya dia sibuk mengurusi media sosialnya. Sementara aku meratapi kegagalanku. Waktuku berkurang dan aku belum menjadi seperti yang aku inginkan. Bisakah ulang tahun tidak dirayakan? Ulang tahunku dan ulang tahun istriku. Jujur aku tidak pernah menyiapkan pesta untuknya. Yang ada adalah dia menyiapkan pesta untuk dirinya sendiri. Kadang kesabarannya pupus, harus menyiapkan kepura-puraan demi terlihat istimewa di media sosial. Dia tidak mengatakan itu, aku hanya menyimpulkan sendiri. Yang sering aku dengar adalah ini untuk hubungan kita. Ini untuk perayaan cinta kita. Hari ini semua berbeda, sama sekali berbeda. Ya, Tuhan terimakasih sudah mengabulkan doaku. Ulang tahun yang hening. Istriku tidak merayakan ulang tahunku. Kami sibuk memperjuangkan mimpi masing-masing. Dia sibuk dengan jadwal pemotretan. Aku sibuk dengan penerbit ku. Inilah ulang tahun yang aku inginkan. Bukan selebrasi semu, tetapi menghabiskan umurmu dengan perjuangan meraih mimpi. Aku diam-diam pergi ke lokasi pemotretan istriku. Hadiah ulang tahun terbaik menurutku adalah kehadiranku. Aku ingin mengucapkan terimakasih atas pengertiannya selama ini. Dia sudah sampai di level ini sangat mustahil bagiku. Tetapi dia bisa. Aku masuk ke ruang pemotretan yang menurutku mirip sebuah pesta. Istriku mengamit mesra tangan kameramennya, menciumnya beberapa kali. Aku ingin menghajarnya. Istriku mencegatku. Bukankah kamu benci pesta? Tempatmu bukan di sini? Katanya menunjuk dada kirinya