ada banyak hal yang bisa diceritakan
Dari program menulis yang aku buat untuk diriku sendiri. Menulis konsisten dalam 30 hari. 30 menit dlm sehari. Aku bisa bebas menulis. Banyak hal yang bisa ditulis dari yang benar sampai gak benar. Dari yang serius sampe yang receh. Dri yang teratur smpe yang berantakan. Aku ikut lomba. Bukan menang yang aku cari. Krn gak menang pasti akan ad yang jauh lebih baik dariku. Tapi yang aku tunggu adl sensasi degdegan karena menunggu. Menunggu pengumuman, bisa jadi Dopamin sendiri. Perasaan campuran antara tegang, berharap dan kekecewaan. Tapi menyenangkan juga, menunggu sesuatu. Ketika kau boleh berharap. Sama seperti menunggu hasil Liverpool. Walau gagal, tapi menunggu ada kenikmatan sendiri. Sekarang ada lomba tentang mitigasi bencana. Aku belum ada ide apapun, cuma keinginan untuk ikut serta. Terakhir aku ikut event menulis kritik sastra, nyatanya ad yg lolos, yang aku kenal. Wayan Paing. Aku perhatikan dia rutin menulis di Tatkala. Tulisannya bagus. Aku rasa bisa tapi nyatanya gak bisa haha. Menulis TDK sesedarhana itu. Aku belajar menulis sederhana contohnya latihan menulis ini. Aku menulis saja, apa saja yang melintas di kepala. Aku ingin menulis ttg pengalaman mengajar di Dosman. Muridnya baik2 banget, jauh dgn pengalaman belajar sebelumnya. Di SMK, smanbara, ad SMK kubutambahan. Anak2 mau belajar, sedikit yang malas. Kasi tugas gampang Krn smw mengerjakan dg benar2. Dosman punya standar. Mereka mengerjakan yang terbaik. Contohnya saat ngasi tugas seni Keagamaan. Aku merasa di luar ekspektasi mereka mengerjakan dengan sungguh-sungguh. Jadi rasanya aman mengajar di Dosman. Ini mungkin nanti aku tulis khusus. Dan mmg kita perlu menulis utk membuat pikiran kita runut