30 Hari Menulis Day 1

 berbicara adalah kendalaku dari dulu. tidak bisa berbicara membuatku kesulitan menyampaikan pikiran. kesulitan menyampaikan pikiran membuat aku sulit mengambil hati orang. sulit mengambil hati membuatku tidak dikenali, diabaikan, dan tidak dianggap. aku tidak punya teman. kata-kata yang keluar dari mulutku bisa dihitung dengan jari. kalau stok kata bisa dijual, mungkin aku yang paling kaya. aku tidak punya teman bicara. aku sempat ingin memperbaiki ini. lebih banyak bicara, tapi sulit. setidaknya aku ingin bicara, biar gak kayak patung. gak bawel juga, karena aku gak suka orang yang cerewet. titik seimbang ya. kalau ada peluang ngobrol, aku bisa ngobrol. aku bisa pake titik tengah lah. bisa ngobrol seperlunya. bukan kayak sekarang. tidak punya teman. tidak punya bestie. bestieku mungkin diriku sendiri, karena aku lebih banyak ngobrol dengan diri sendiri. aku terlalu banyak ngobrol dengan diri sendiri kayaknya. suka menganalisis diri. mengkritik diri, yang bikin tidak nyaman. jadi ada dua masalah nih. pertama aku kekurangan ngobrol sama orang lain. kedua, aku kebanyakan ngobrol dengan diri sendiri. apa men solusinya. memperbanyak ngobrol dengan orang dan mengurangi ngobrol dengan diri sendiri. mungkin dimulai dari mengurangi ngobrol dengan diri sendiri. tidak mengkritik diri. berusaha mengapresiasi diri. memuji diri sendiri. menaikkan kepercayaan diri. lebih banyak obrolan positif dengan diri sendiri. semisal, afirmasi. kamu sudah tekun. kamu selalu berusaha jadi lebih baik dari sebelumnya. selalu berusaha mengisi diri dengan hal yang positif dan membangun. energi bukan untuk hala-hal yang berfoya-foya dan malas-malasan. kamu sudah bagus karena mengisi dirimu dengan aktivitas positif. aku bangga saja dengan diriku sendiri. 

Postingan populer dari blog ini

Teka-Teki

Darsana adalah Sistem Filsafat Hindu