Postingan

Cerpen Manusia Plastik

Manusia Plastik Oleh: I Nyoman Sutarjana, S.Pd.H. SMA Negeri 1 Gianyar               Astra menarik tangan ibunya, yang sedang jongkok. Sampah plastik yang dikumpulkan ibunya ia sisihkan. Ibu melepas cengkraman tangan Astra berusaha menaruh sampah plastik ke dalam bajunya. Sungai hanya diisi beberapa ibu yang mencuci baju, seorang ibu bersama anaknya menghaturkan sesajen di Pura Taman. Mereka abai dengan kondisi Astra, hal itu lumrah terjadi. Kehabisan akal, Astra terpaksa mengikuti pola pikir ibunya. Botol plastik ukuran satu liter dia ambil lalu ditimang-timang.             “Ibu adik menangis dia minta makan. Kita ke rumah dulu ya!” kata Astra.             “Cup, cup, cup. Anak baik, jangan menangis. Kita pulang sekarang ya!” kata ibunya.             R...

Peranan Orang Tua dalam Pendidikan

Peranan Orang Tua dalam Pendidikan Setiap orang pasti menyayangi anaknya, terkadang bentuk sayang itu menjadi memanjakan. Kasih sayang memang diperlukan untuk tumbuh kembang anak. Tapi kasih sayang yang berlebihan justru memberi dampak buruk bagi anaknya. Anak menjadi kurang mandiri, kurang cakap menghadapi permasalahan hidupnya. Ini karena sudah terbiasa bergantung kepada orang tuanya. Kasih sayang memang perlu tetapi kasih sayang itu hendaknya tidak hanya mencakup kebutuhan materi anak. Membelikan ponsel padahal anak masih kecil atau membelikan sepeda motor padahal belum cukup umur. Kasih sayang ini juga harus mencakup kebutuhan rohani anak. Misal orang tua hadir tidak hanya dalam bentuk fisik tetapi juga hadir dari segi emosional anak. Orang tua mau menjadi pendengar keluh kesah anak, belajar memposisikan diri dalam kondisi anak. Tidak memaksakan persepsi atau pendapat pribadi. Ada dua kemungkinan kondisi anak yang tumbuh tanpa kedekatan emosional. Anak memiliki pribadi yang rapuh a...

menulis cerita biar ada plot twistnya

 obsesiku untuk menjadi pemimpin ini tidak serta merta, aku dibiasakan bersaing sejak kecil, aku bersaing dengan ayahku sendiri, kita tidak cocok dalam berbagai hal, aku selalu mengkritiknya, menjadi orang tua dengan singgasana tinggi, tidak boleh diusik oleh anaknya, sementara aku adalah anak yang tidak berguna, anak yang tidak layak menurut persespsinya, standarnya tentang orang yang berguna, adalah orang yang mampu berdagang, jika tidak mampu menjual sesuatu, engkau manusia gagaal, manusia tidak berguna, menurutku aku berguna, aku memiliki otak yang brilian, juara umum satu di sekolah, itulah bentuk legasiku, tetapi ayah tidak peduli, matematika tidak bisa dijual, tidak bisa dipakai membeli beras, aku berontak, aku pergi saja darinya, menikmati hidupku sebagai pemberontak, aku bekerja serabutan, apa saja untuk membuatku hidup, sambil melanjutkan sekolah, aku mendapat beasiswa, aku bersekolah seting-tingginya, hingga bekerja di pucuk pimpinan kampus, inilah saatku pulang, keluarg...

cerita dari dengerin podcast

 kemarin aku mendengar podcast yang menarik, istilah kata, isinya daging semu, chanel dibuat oleh Gita Wirjawan, semoga benar namanya, endgame gitu nama segmennya, narasumbernya adalah mbak Dewi Lestari, aku dapat ilmu tentang menulis, mbak Dee cerita tentang ritual menulisnya, pertama dia punya ritual pagi gitu, rutin dilakukan, kayaknya merefreh diri, atau menyegarkan badan dan pikiran sendiri, dia melakukan olahraga, yoga, meditasi, me timenya dia lah, ini mau aku praktekin aku imitasi dan modifikasi, punya ritual pagi, misalnya ngopi, meditasi, jurnaling, menyiram pohon, merfresh diri intinya, telat masuk gak apa-apa, intinya kau pastikan diri nyaman dulu, untuk beraktivitas, kalau sudah selesai baru aku kerja, gak peduli aku telat, pokoknya ritual ini dulu, membahagiakan diri dulu, mungkin gitu kira-kira golden mornng menurutku, yang kedua mbak dee, memandang mengkhayal itu penting, imajinasi itu penting, aku baru tahu, jadi aku perlu menyediakan waktu untuk mengkhayal, satu l...

Menulis sesuatu yang tidak aku ketahui

 Selamat pagi, masih di progrma pelemasan tangan, menajamkan pikiran, aku coba menulis sesuatu yang susah, apa itu? menulis sesuatu yang tidak aku ketahui, banyaaak, aku ini bodoh jadi gak tahu apa-apa, jika disuruh menulis sesuatu yang tidak aku ketahui, tulisannya bakal panjang, apa misalnya yang sederhana aku tidak tahu, tidak tahu pa ya? hantu? sudah biasa? apa ya? perlu waktu ni? aku tidak tahu rasa lau, random banget, mending jangan lau deh, aku juga gak mau coba, aku gak bisa minum minuman keras, tapi aku pernah minum tuak, arak, beer. Tapi belum pernah minum lau, mending gak usah deh. Tidak baik, dilarang agama. Aku belum tahu apa lagi ya? aku gak tahu mengendarai mobil deh, benar gak bisa naik mobil, gimana kalau naik mobil, gak kebayang gimana panikku, mikirin kendaraan lain, mikirin jalan, mikirin kaki nekan rem, gas, kopling. Bener, ini gak kebayang, ini bener-bener tidak aku ketahui. Tapi wajib lo nanti? siapa tahu punya anak lagi, banyak misalnya, harus angkut2, gak k...

menulis satu tarikan nafas

 pagi ini aku kena serangan panik, rasanya seperti kesamber gledek, rasanya seperti kena hukuman tiba-tiba, rasanya diaduk-aduk, rasanya seperti pengen keluar dari pikiranmu sendiri, rasanya ingin berhenti saja, tetapi tidak bisa, aku masih hidup, masih nafas, aku bernafas, menghirup udara, udara masih gratis, aku fokus pada udara, hembusan yang mengalir ke dada, menunggu reda, badai masih terjadi, hujan petir, masih belum reeda, aku nafas, sesekali minum air, aku duduk meringkuk bagai anjing, anjing yang sering aku lihat, mungkin anjing juga begitu, ternyata dia pintar, memang begitulah cara terbaik, ketika menghadapi badai, aku gak maksa untuk mereda, pikiran kusut, aku tidak mencoba merapikan, teman-teman datang, mereka tidak tahu rasanya, mengomong sendiri, aku susah fokus, diselingi candaan, aku gak bisa ketawa, ingin bilang, tapi dia pasti gak ngerti, sepuluh menit, mungkin kurang, tapi kisaran 5 sampai sepuluh aku menglaminya, sampai rasanya reda, sampai matahari terbit kemb...

menulis dongeng lagi, lontar dan kemiri

 Lontar dan Kemiri Hari ini Saraswati, hari yang berbeda bagi Lontar dan Kemiri. Lontar senang sekali karena akan diupacarai. Kemiri sedih karena akan menjadi bumbu lawar. Lontar sudah tidak sabar bangun dari keropaknya. Lontar berusaha bersembunyi di balik keranjang bumbu. Lontar dibuka dari keropkanya namun lontar penuh lubang. Ternyata selama tertidur lontar dikerubungi rayap. Lontar menangis tersedu-sedu. Kemiri datang, dia baru selamat dari dapur. Dia berhasil melompat dari keranjang bumbu, dan bergegas ke sanggah. Dia mau menemui sahabatnya, Lontar. "Lontar, jangan menangis. Lihatlah tubuhmu tidak sepenuhnya berlubang. Masih ada huruf yang bisa dibaca," kata Kemiri. Lontar tidak terhibur sama sekali, dia tambah menangis. Kemiri mencoba menasihati kembali. "Jangan menangis di hari spesialmu. Kamu akan dihias dan diupacarai. Kamu harus bersyukur tidak semua benda disini dihormati sepertimu," kata Kemiri. "Kamu lebih beruntung, tubuhmu tidak berbeda dengan t...