Gaya Mengajar

 Apa itu gaya mengajar? Pertama, kita bahas tentang gaya. Apa itu gaya? Menurutku gaya ini merupakan gerakan yang beraturan yang diulang-ulang. Misal gaya dada, ini artinya gerakan yang terjadi pada areal di sekitar dada, dilakukan secara berulang-ulang sehingga menjadi ciri khas. Gaya menjadikan ciri khas atau keunikan, menjadi karakter yang membedakan satu sama lain. 

Mengajar. Apa itu mengajar? Menurutku mengajar adalah kegiatan transfer pengetahuan kepada orang lain. Mengajar bertujuan untuk menambah atau mengembangkan pengetahuan kepada orang lain. 

Dari sini dapat kita tarik kesimpulan bahwa gaya mengajar adalah berbagai gerakan, teknik dalam mengajar yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi ciri khas. Setiap guru memiliki gaya yang berbeda-beda tergantung selera atau kenyamanannya dalam mengajar.

Kalau aku apa ya gaya mengajarku? Aku lebih suka ceramah dimana aku berbicara seleluasanya dan memberikan kebebasan murid untuk menerima atau tidak menerima ucapanku. Walau sekarang gaya ceramah ini sudah berganti dengan cara kekinian misalnya diskusi, presentasi, atau simulasi. 

Aku memang gak terlalu suka dengan perubahan. Aku suka yang kuno-kuno. Sebenarnya gak kuno-kuno sih. Ceramah juga masih kok dipake hingga sekarang. Misal ketika ngasih pengarahan, ngasih ceramah, wejangan. Ceramah masih dipakai oleh oang suci, pengusaha, atau bahkan politisi. Penyebutannya mungkin benda, public speaking, padahal intinya ceramah.

Apalagi dengan adanya kurikulum baru. Kurikulum 13, dari sini muncul pembelajaran yang berpusat pada murid. Artinya murid supaya lebih aktif, aktif mencari pengetahuannya sendiri. Dari sini juga muncul model-model pembelajaran. Yg pling aku ingat problem based learning. Intinya peran guru sebagai fasilitator. Pengantar jalannya pembelajaran. Metode yang sering dipakai adalah diskusi, presentasi.

Pada masa inilah muncul pendapat bahwa metode ceramah tidak baik dilakukan. Metode ceramah dianggap tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpendapat. Muncullah berbagai inovasi guru dalam mengembangkan pembelajaran kelompok. Murid melakukan presentasi. 


Postingan populer dari blog ini

Teka-Teki

Darsana adalah Sistem Filsafat Hindu