Postingan

Suka kepikiran omongan orang

Kata orang kalau kamu masih peduli omongan orang, berarti kamu mudah dikendalikan. Beberapa kali aku ngerasa kalau omongan orang gampang banget masuk ke hati. Bikin aku tidak nyaman, apalagi itu berasal dari orang dekat maka demagenya akan terasa. Aku perlu belajar untuk tahan terhadap omongan orang jika tidak aku bakal sakit hati. Bakal kanker atau sakit parah lainnya. Jika omongan itu tidak benar aku berhak mengabaikannya. Jika orang ngomong dlm kondisi marah. Itu masalah mereka, itu bukan tentang aku. Itu murni tentang mereka. Karena kualitas omongan itu tidak menentukan jati diriku, tapi jati diri mereka. Kemarin aku tidak bisa tidur karena istri ku dlm kondisi marah. Aku TDK tahu masalahnya apa. Tiba2 dia ngomong gak karuan. Aku terpengaruh. Jadi dengan kondisi itu aku harap aku bisa belajar lebih cuek. Gak baper lagi kayak dahulu. Mungkin dia capek, mungkin dia banyak beban, memang karakternya seperti itu. Itu urusan dia, dan bulan urusanku. Aku harap nanti aku bisa tidur nyenyak...

Susah Untuk Tenang (30 hari menulis day 2)

 Rasanya susah untuk tenang. Aku mudah panik. Apalagi kalau ada tugas. Tak ada tugas pun masih begitu. Susah untuk bersikap tenang. Panikan dan gampang terporsir mentalnya. Ini latihan untuk bersikap tenang. Jadi aku diantara deadline pengisian berkas, harus sekarang, aku menunggu internet, aku diam, menulis ini, nanti ada ngajar jam terakhir, nanti harus angkat batako, nanti harus bersih-bersih. benar ya, kalau panik kamu hidup di masa depan, mikirin hal-hal yang harus dilakukan, sedangkan aku masih di sini, hidup di saat ini, biarkan semua bergerak sesuai rel waktunya, nanti juga beres, hirup nafas, tambahkan afirmasi seperti itu, nanti juga bakalan beres, santai saja, masih ada waktu, jangan stress, stress tidak menyelesaikan masalah, justru bikin panik, dan gak konsen kerja hari ini, sudah diputuskan aku bakalan menulis barang 15 menit sehari, latihan untukku biar otakku gak njilimet, biar otak lebih rapi, latihan menuangkan isi pikiran dengan lebih rapi, karena pikiranku kalut...

30 Hari Menulis Day 1

 berbicara adalah kendalaku dari dulu. tidak bisa berbicara membuatku kesulitan menyampaikan pikiran. kesulitan menyampaikan pikiran membuat aku sulit mengambil hati orang. sulit mengambil hati membuatku tidak dikenali, diabaikan, dan tidak dianggap. aku tidak punya teman. kata-kata yang keluar dari mulutku bisa dihitung dengan jari. kalau stok kata bisa dijual, mungkin aku yang paling kaya. aku tidak punya teman bicara. aku sempat ingin memperbaiki ini. lebih banyak bicara, tapi sulit. setidaknya aku ingin bicara, biar gak kayak patung. gak bawel juga, karena aku gak suka orang yang cerewet. titik seimbang ya. kalau ada peluang ngobrol, aku bisa ngobrol. aku bisa pake titik tengah lah. bisa ngobrol seperlunya. bukan kayak sekarang. tidak punya teman. tidak punya bestie. bestieku mungkin diriku sendiri, karena aku lebih banyak ngobrol dengan diri sendiri. aku terlalu banyak ngobrol dengan diri sendiri kayaknya. suka menganalisis diri. mengkritik diri, yang bikin tidak nyaman. jadi ...

Nirjana

Jani tiang mulih ka umah ane ngaenang tiang sakit ati. Dasa tiban ane pidan tiang dadi kakedekan dini. Wireh tiang dot merantau, dadi anak sugih Apang tusing ada ane bani nyampahang tiang. Kramane nyautin, apang inget mulih saha inget ngaba angkiane. Kramane tusing trima tiang magedi, ngadenang Jumah nongos. Idup mabraya

Jalak dan Kelelawar

Di hutan Nandaka terkenal dengan kelelawar yang hidup di siang hari. Kelelawar itu bernama Kalong. Dia terbang dengan memejamkan mata. Hal ini Kalong lakukan supaya dia tetap bisa bersama dengan Jali, si Jalak Bali. Mereka bertemu suatu sore ketika sama-sama tergiur oleh pepaya matang Pak Tani. Sejak saat itu Kalong dan Jali selalu bertemu setiap sore menikmati buah matang. Mereka ahli dalam menemukan buah matang. Jali mengandalkan penglihatanya, sementara Kalong mengandalkan pendengarannya. Jali mulai tidak sabar bertemu dengan Kalong, dia ingin bertemu lebih lama. Jali mengajak Kalong hidup di siang hari. Kalong pun ingin begitu. Dia mencoba hidup di siang hari. Awal-awalnya Jali dan Kalong sangat menikmati terbang di siang hari. Mereka 

Lontar dan Kemiri Lolos Kurasi

Gambar
Ada kabar baik di bulan ini. Karena naskahku lolos kurasi sebagai cerita anak tahun 2026. Ini adalah ideku tahun lalu, Lontar dan Kemiri, tapi belum rampung. Tapi tahun ini, dia menumakan jalan untuk lahir. Aku percaya setiap karya punya jalannya sendiri. Kayak manusia punya nasibnya sendiri. Dan aku tidak mau menyebut diri sebagai pencipta. Dia adalah karya yang lahir melalui diriku. Aku beruntung dia memilihku. Aku cerita dikit dibalik cerita ini. Aku ingin menulis cerita tentang persahabatan. Aku terinspirasi dari cerita Badak dan Gajah. Salah satu tulisandri program menulis Cinta Anak Cinta Buku. Ini dari plot twist yang aku rasakan dimana cerita ditutup dengan pengorbanan Badak supaya sama nasibnya dengan Gajah. Sehingga Gajah percaya, Badak memang peduli dengannya. Kondisi ini sama terjadi pada Kemiri, yang mengorbankan diri demi Lontar. Awalnya aku ingin buat ke jenjang B3. Tapi jodohnya di B2. Gak sabar untuk menggarapnya jadi karya yang utuh. Puji syukur juga karena tahun ini ...

Catatan Nyepi

Tepatnya pukul 15.09 udaranya panas bikin gerah. Aku habis ngopi pengisi waktu. Juga baca buku Creative Writing AS Laksana. Kepompa untuk latihan menulis. Aku lagi intens belajar nulis. Dapat ruang yang banyak untuk menulis. Banyak permenungan. Kesempatan untuk merefleksikan apa yang sudah aku lakukan. Aku sudah menulis tapi belum maksimal. Tekadku masih belum kuat, makanya rasanya gini-gini saja. Prestasi terbaikku adalah lolos kurasi cerita anak. Ikut lomba cerpen tapi tidak pernah menang. Yang menang orangnya itu-itu saja. Aku juga pengen menang, tapi levelku belum nyampai sana. Apa kekuranganku dibanding yang menang itu. Mengeksekusi ide. Ideku banyak tapi minim ekseskusi. Aku juga memiliki keterbatasan dalam menceritakan sesuatu. Sifat pendiamku kayak nular pada tulisanku. Ikut mentok dan itu-itu saja. Aku ingin seperti Supartika yang level menulisnya sudah diterima di Kompas. Ingin belajar tapi aku gak tahu gimana caranya. Padahal aku bisa saja menghubunginya, tapi aku selalu can...