Materi Punarbhawa
Selamat pagi anak-anak kelas X
Tetap semangat, semoga dalam
keadaan sehat
Hari ini kita belajar tentang
Punarbhawa. Bapak ada sedikit rangkuman materi tentang Punarbhawa.
Punarbhawa salah satu ajaran Tattwa
dalam Tri Kerangka Dasar Agama Hindu. Tattwa ini akan semakin mampu memperteguh
keimanan atau sradha kita kepada Tuhan. Umat yang sradhanya kuat akan
menunjukkan sikap yang tenang dalam menghadapi kehidupan ini.
Sradha dalam agama Hindu dikenal
dengan Panca Sradha. Panca Sradha adalah 5 dasar keyakinan agama Hindu. Adapun
bagian-bagian dari Panca Sradha ini adalah: 1. Percaya dengan Brahman, 2.
Percaya dengan Atman, 3. Percaya dengan Karmaphala, 4. Percaya dengan
Punarbhawa, dan 5. Percaya dengan Moksa.
Pengertian Punarbhawa
Punarbhawa berasal dari Bahasa Sansekerta
yaitu dari kata Punar artinya kembali. Bhawa artinya lahir. Punarbhawa artinya
kelahiran kembali.
Istilah punarbhawa juga sering
disebut dengan reinkarnasi yang memiliki pengertian sama yaitu lahir kembali.
Punarbhawa sering dikaitkan dengan
Samsara. Samsara memiliki pengertian yang berbeda, samsara artinya kelahiran
yang berulang. Sehingga samsara bisa dibilang sebagai kumpulan beberapa
punarbhawa.
Brahman memiliki percikan yang
terkecil yang disebut atman. Atman yang mendiami tubuh manusia disebut
jiwatman. Jiwatman mengalami kelupaan atau awidya karena terpengaruh pada karma
phala. Setelah meninggal atman akan membawa bekas perbuatan yang disebut karwa
wesana. Karma wesana adalah bekas perbuatan yang menempel pada atman yang
menyebabkan punarbhawa.
Perbuatan dibedakan menjadi Subha
dan Asubha Karma. Sehingga Karma Wesana juga ada dua subha dan asubha karma.
Subha karma akan menyebabkan Surga Cyuta atau kelahiran karena atman menikmati
perbuatan baik. Surga cyuta ciri-cirinya adalah lahir dalam keadaan sehat,
sempurna jasmani rohani, keluarga kaya, terpandang dsb. Sebaliknya asubha karma
menyebabkan atman terlahir sebagai Neraka Cyuta, yang ditandai lahir dalam
keadaan tidak sehat, tidak sempurna, miskin dsb.
Karma Phala dibedakan menjadi 3
jenis. Sancita Krmaphala akan mempengaruhi kelahiran sekarang. Prarabdha
Karmaphala akan mempengerahi takdir seseorang. Nasib tidak bisa dirubah, tetapi
takdir bisa. Krayamana Karmphala akan mempengaruhi kehidupan di kehidupan
selanjutnya.
Sancita Karmaphala adalah perbuatan
yang dilakukan di kehidupan lalu, hasilnya diterima sekarang. Contohnya kita
terlahir dalam kondisi keluarga tertentu. Prarabdha Karmaphala adalah perbuatan
yang dilakukan sekarang hasilnya diterima sekarang. Contohnya orang yang terlahir
miskin namun karena usaha dan kerja keras, dia mampu keluar dari garis
kemiskinannya. Krayamana Karmaphala adalah perbuatan yang dilakukan sekarang
hasilnya dinikmati di kehidupan selanjutnya. Contohnya koruptor yang belum bisa
menikmati pahala karena sudah mendahului meninggal, maka kita meyakini
kehidupan selanjutnya dia menerima karma buruk yang dilakukan.
Manfaat mempelajari Punarbhawa
adalah:
1. Tahu tujuan Hidup. Kita
menyadari bahwa tujuan hidup kita adalah mencapai moksa dan jagadhita. Sehingga
kita fokus untuk mencapai tujuan itu dan tidak terhanyut dalam kesenangan
duniawi.
2. Memiliki sikap sabar, tahan uji
dan pantang menyerah. Kita meyakini bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupan
kita entah baik ataupun buruk semua disebabkan karena diri sendiri. Sehingga
kita tidak menyalahkan keadaan namun memiliki sikap sabar dan pantang menyerah
dalam menghadapi masalah kehidupan.
3. Percaya pada hukum Karma Phala.
Dengan mempercayai punarbhawa maka kita berusaha untuk mengembangkan perbuatan
baik atau subha karma dan menghindari atau mengurangi perbuatan buruk (asubha
karma).
4. Menjalankan Tri Kaya Parisduha.
Tri Kaya Parisudha adalah 3 perbuatan yang disucikan. Yang meliputi Manacika
artinya berpikir yang baik. Wacika berkata yang baik. Kayika artinya berbuat
yang baik.
5. Selalu bersyukur
6. Pengendalian diri
7. Kebijaksanan
Demikian ringkasan materi
Punarbhawa. Kalian bisa bertanya di kolom komentra blog ini, jika dirasa ada
yang kurang jelas.
Terimakasih
Religion is freedom
.jpeg)

